Senin, 11 Juli 2011

BERSYUKUR 3 LAPIS


Bapak/Ibu Yang Positif,

Beberapa minggu yang lalu, saya sempat melakukan 3 kali sholat Jumat di salah satu mesjid besar di kawasan Bintaro karena memang sedang ada pekerjaan konsultansi sales & distribusi di salah satu perusahaan yang berkantor di kawasan Bintaro. Ketika bersholat Jumat di sana, dua kali saya menemukan fenomena yang belum pernah saya lihat selama hidup saya sebelumnya. Apa yang saya lihat?, adalah seorang Bapak berumur di atas 50 tahun sedang khusuk mengikuti khotbah dengan selang udara menempel di kedua lobang hidungnya dan selang tersebut tersambung dengan rapi ke dalam tas seperti traveling bag hitam.

Saat pertemuan pertama saya kaget dan agak sedikit bingung, Bapak itu terlihat duduk biasa dan tampak kuat, tetapi ada selang yang menempel di hidung dari ransel yang dia letakkan di sampingnya. Saya terus berpikir, sakit apa gerangan Bapak ini?, ingin rasanya saya bertanya tapi kok tidak terlalu kuat untuk mendekat dan memberanikan diri untuk bertanya kepadanya. Batin saya hanya bisa bergumam, apakah itu alat bantu oksigen?, Nitrogen? atau gas apa gerangan?. Entahlah, saya tidak bisa mengetahui persis. Kejadian itu saya temui lagi ketika sholat Jumat berikutnya, Bapak itu malah sedang berjalan menenteng traveling bag-nya dan akan mencari tempat yang nyaman untuk duduk.

Sekali lagi, saya tidak berani mendekat apalagi bertanya, takut tidak enak dan takut ini-itu. Saya hanya bisa diam membisu seraya memanjatkan SYUKUR 3 LAPIS kepada Allah Sang Khalid. Kenapa saya spontan bersyukur 3 lapis?.

Pertama, karena saya bersyukur masih bisa melihat Bapak itu kuat dan tegar, bahwa Sang Pencipta masih memberinya kekuatan cukup untuk berjalan ke mesjid dan menjalankan ibadah fardu ain sebagaimana layaknya lelaki muslim lainnya, meskipun beliau harus menenteng-nenteng alat pernafasan atau alat pengobatan yang tidak ada pada orang sehat lainnya.

Kedua, karena saya bersyukur bisa diperlihatkan atau dipertemukan dengan Bapak itu, sehingga seharusnya saya lebih termotivasi untuk banyak-banyak bersyukur atas segala kesehatan, keringanan, dan kemudahan-kemudahan yang selama ini diberikan Yang Maha Kuasa kepada saya. Jika saya tidak melihat Bapak tadi, mungkin saja saya masih banyak mengeluh dan mengeluh akan susahnya hidup ini, walaupun pada kenyataannya masih banyak orang yang diuji lebih berat dibandingkan saya.
http://www.blogger.com/img/blank.gif
Ketiga, saya benar-benar bersyukur bahwa saya saat ini masih bisa Jumatan tanpa harus mengenakan selang pernafasan atau selang obat dihidung saya. Betapa besarnya nikmat Tuhan kepada saya dan saya belum bisa membayangkan bagaimana jika seandainya saya dalam posisi seperti Bapak itu, sehari-hari harus menyandang ransel yang berisi obat atau alat bantu pernafasan.

Terima kasih Ya Zat Yang Maha Agung & Maha Pemurah ....


Salam Positif,
Walneg S. Jas-Motivator Keluarga Indonesia
Klik sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Template by : kendhin x-template.blogspot.com