Jumat, 12 November 2010

Haruskah Hidup Itu Mengalir Bagaikan Air


Sering sekali kita mendengar ketika orang ditanya bagaimana menjalani hidup, dan mereka menjawab “saya menjalani hidup ini mengalir bagaikan air, santai saja”. Tetapi sebenarnya yang mengatakan seperti itu, tahu tidak filosofi “mengalir bagaikan air”

Kalau mereka memahami “mengalir bagaikan air” itu sebagai “hidup santai” mencerninkan tidak bisa mengisi hidup dan bagaimana mengisi hidup ini berkualitas, Mereka tidak tahu apa potensi dirinya yang telah dikaruniakan oleh Allah Swt.

Marilah kita memahami potensi apa yang ada dalam diri kita, jangan hanya menjadi “pengikut” saja, kita tahu potensi kita makanya kita yang menentukan kita kemana;

Sebagaimana falsafah air tersebut yang mengalir dari hulu ke hilir, dari gunung ke laut, dengan kata lain untuk sampai ketujuan tersebut selalu ada melalu jalan; jalan itu apakah bisa lewat sungai saja, yang jika saat itu hujan besar akan membawa banjir sebagai musibah atau masih harus lewat parit yang harus mengairi tanah sawah petani sehingga ada bermanfaat;

Biar hidup mengalir bagaikan air tentunya kita harus tahu potensi kita, dan juga harus menentukan mau kemana air ini akan mengalir, bahkan kalau bisa kita bisa menentukan arah aliran ini...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Template by : kendhin x-template.blogspot.com