Selasa, 15 Maret 2011

MENGAJARKAN KEJUJURAN KEPADA ANAK


MENGAJARKAN KEJUJURAN KEPADA ANAK


Mario Teguh ketika dalam sebuah acara yang ditayangkan oleh televisi swasta menanggapai sebuah pertanyaan dari penonton yang hadir pada saat shooting acara tersebut yaitu perihal masalah maraknya pejabat yang melakukan Korupsi. Pada saaat itu Mario Teguh tidak menjawab sacara tidak langsung bagaimana solusinya namun memberikan sebuah petunjuk bahwa korupsi itu dimulai dari sebuah ketidak jujuran.

Dan bagaimana jika hendak membangun Negara ini agar bebas dari korupsi adalah menanamakan prinsip-prinsip kejujuran. Dan hal yang paling awal menanamakan nilai Kejujuran itu dari keluarga.

Berikut ini ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan sikap kejujuran dalam keluarga yang Diadaptasi dari Buku Asma Nadia, Sakinah Bersamamu, Asma Nadia Publishing House, 2010, yaitu sebagai berikut :

  1. Jangan membohongi anak, sekali orang tua ketahuan berbohong, anak akan kehilangan rasa percaya terhadap orang tuanya; jika orang tua sudah menjanjikan membelikan sesuatu maka anak akan menagihnya. Apabila kita tidak menunaikan janji kita dengan kata lain anak sudah menganggap kita berbohong, secara kita tidak sadari kita telah mengajarkan kebohongan kepada anak.
  2. Jangan menyuruh anak berbohong, apa pun alasannya. Dan jangan berdalih bahwa ini White Lie… Bohong yang dibolehkan. Sebab anak-anak belum memiliki kemampuan menyaring hal ini.
  3. Dorong keberanian anak bersikap jujur dan beranggung jawab, dengan tidak serta merta memarahi ketika dia melakukan sebuah kesalahan, seperti si anak mengaku memecahkan vas bunga, ketika dia membolos sekolah dan meminta maaf. Terima maaf dan kejujurannya. Tapi garis bawahi bahwa jika membolos lagi, atau merokok lagi dan mengulangi, akan ada konsekuensi. Kalau perlu bahas konsekuensi jika itu diulangi lagi.
  4. Beri sanksi keras jika anak ketahuan berbohong atau bersikap curang/tidak sportif, tanpa menjatuhkan hukuman yang bersifat fisik.
  5. Jangan pernah terlibat dalam persengkongkolan kebohongan keluarga, system saling memakati terhadap pihak-pihak tertentu (bohong bersama), mementahkan sikap jujjur yang ingin dibudayakan dalam keluarga.
  6. Biasakan anak-anak mendengar cerita Tentang Rasulullah Saw dan sahabat yang selalu bersikap jujur. Yakinkan amak bahwa Allah, Pemilik surge, mencintai orang-orang yang jujur.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Template by : kendhin x-template.blogspot.com